Saat Nasib Mempertemukan Kita


Resensi FATE - NEW EDITION
By Orizuka




Orizuka bukan nama asing lagi dalam dunia tulis menulis. Banyak sekali karyanya yang telah disajikan di tengah-tengah pembaca. Setelah sukses dengan novel pertamanya ‘Me and My Prince Charming’ dan novel ‘Summer Breze-nya’ yang meledak di pasaran, Orizuka secara berkala menciptakan karya-karya yang tak kalah imajinatif lainnya. Kali ini Orizuka kembali hadir dengan karyanya yang kesebelas, Fate. Agak sedikit berbeda dengan karyanya yang sebelumya, pada novelnya kali ini orizuka menggunakan perpaduan antara Indonesia dan Korea Selatan sebagai latar ceritanya. And believe me, that’s amazing!

Dalam novelnya kali ini Orizuka membawa kita untuk merasakan sebuah cinta yang tulus dan begitu dalam, bukan hanya cinta dari seorang kekasih tetapi juga cinta yang lain yang masih dianggap kebanyakan orang tak memberikan arti apapun. Berikut adalah sinopsis dari novel Fate karya Orizuka.

Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.

Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengar wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, harus hidup susah di Korea Selatan.

Demi mendapat kekayaan keluarga Jang di Indonesia, dua putra keluarga Jang harus memenuhi semua permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak-beradik ini lebih mirip seperti orang asing.

Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga merupakan teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, nasib berkata lain.

Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak dapat diubah tangan manusia.
Benarkah demikian?


Secara garis besar, Fate menceritakan tentang perjuangan Min Ho untuk mendapatkan kembali adiknya dan perjuangan Min Hwan untuk mendapatkan warisan keluarga Jung demi ibunya di Seoul. Sedangkan Min Hwan, putra kedua keluarga Jang adalah pria kasar dan pemarah. Keduanya bersaudara tapi sangat berbeda, baik secara fisik maupun sifat yang keduanya miliki. Min Ho, sebagai anak sulung keluarga Jang sangat menyayangi adiknya dan tumbuh menjadi pria yang sabar dan lemah lembut. Berada di tengah-tengah keduanya, ada Dena yang hanya seorang putri pelayan tetapi memiliki cerita di dalam frame yang sama dengan kedua bersaudara Jang. Bersama-sama keduanya, dibantu oleh Dena menyusun kembali retakan-retakan hati yang patah dan memperbaiki masa lalu yang membayangi mereka.

“Kalau faktanya terlalu sedih, bisa tidak sih tidak dikatakan saja?” – Dena, Fate (Hlm. 120)

Hal yang paling menarik dalam buku ini yaitu ketika Orizuka menekankan bahwa Nasib merupakan ketetapan Tuhan, sesuatu yang tidak bisa diubah dengan tangan manusia. Meskipun dengan sekuat tenaga mencoba tidak akan pernah berubah jika Tuhan telah menggariskannya demikian. Fate, seperti juga karyanya yang lain di buat dengan cermat dan di susun dengan sangat baik sehingga pembaca dapat menikmatinya tanpa ingin melewatkan satu halaman pun. Komposisi cerita didalamnya menghantam kita dengan konflik hidup yang bertubi-tubi dan tak pernah kita sangka.

Dengan keluarga sebagai awal, di susul luka masa lalu yang masih menganga lebar dan diselingi oleh kisah cinta yang tidak biasa, orizuka menyusun cerita ini dengan sangat menarik. Orizuka tidak hanya bercerita tetapi juga membantu kita untuk perlahan-lahan menyadari arti sebuah kasih yang tulus dan untuk kesekian kalinya dia menegaskan bahwa beginilah kehidupan terjadi, selalu ada konflik. Tanpa ada bumbu yang berupa tawa, tangis dan kemarahan kehidupan tidak akan menarik.

Layaknya pendongeng cerita anak-anak pada akhirnya Orizuka akan membuat perasaan kita bercampur aduk antara ingin tertawa, menangis dan kesal oleh setiap scene yang terjalin di dalam novel ini. Fate tidak akan membuat kita kecewa dan menyesal karena telah meyisihkan waktu selama beberapa jam untuk membacanya. Novel ini memastikan kita untuk tidak beranjak karena perasaan tidak sabar untuk membalik halaman selanjutnya dan hela nafas kecewa ketika sampai pada halaman terakhir.


Selain ceritanya yang menarik, Orizuka juga menyertakan kamus mini fate yang berada di halaman belakang novel untuk membantu kita memahami beberapa kosa kata berbahasa Korea yang digunakan oleh penulis untuk kepentingan cerita. Jadi, kita tidak perlu untuk membuka google atau web translate online untuk mencari tahu makna dari beberapa kosa kata asing yang dipakainya.

Credit:

Novel diterbitkan oleh Authorized Books
295 halaman
Rp. 44.000
Resentator oleh Obi

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello^^ I'm Obi. Welcome to my blog!! I would be happy if you leave comment below. Enjoy your visit^^

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...